Bagaimana Perkembangan Ekonomi Belanda

By | June 11, 2018

Tiap-tiap negara pasti akan mengalami perkembangan ekonomi dari masa kemasa, itu juga termasuk di negara Belanda yang sudah lama berdiri. Karena Belanda juga mengalami masa revolusi untuk menjadi lebih bagus. Maju atau tidaknya suatu negara itu diamati dari sisi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara itu menjadi tolak ukur bagaimana suatu negara itu berkembang atau tidaknya. Negara yang punya metode ekonomi yang bagus akan membikin sejahtera masyarakatnya.

Hal ini sesuai dengan kutipan dari fajarxo.blogspot.com, Belanda merupakan salah satu negara maju di Eropa Barat yang mana berbatasan dengan Jerman, Belgia serta Laut Utara. Belanda merupakan dari bahasa Portugis merupakan Holanda. Belanda ini benar-benar terkenal dikalangan rakyat Indonesia terutamanya kalangan pejuang, ini dikarenakan Belanda pernah menjajah Indonesia selama berabad-abad. Sebetulnya Belanda mengakui kemerdekaan atas Hindia Belanda (Indonesia) pada Diplomasi Meja Bundar pada tanggal 27 Desember 1949.

Akan tetapi saat ini Belanda mengungkapkan kemerdekaan Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945. Belanda mempunyai sentra pemerintahan di Den Haag, meski ibukotanya sendiri berada di Amsterdam. Negara Belanda ini punya kota pelabuhan besar seperti Eidhohen, Rotterdaam serta Amsterdam. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2011 sekitar 16.730.329 jiwa dana termasuk salah satu negara terpadat di dunia.

Hampir beberapa besar wilayah dari Belanda berada di bawah permukaan laut, sehingga banyak membikin tanggul dan kanal sebagai daerah pemukiman. Selain itu juga terkenal dengan kincir anginnya serta produsen bunga tulip yang indah.

Pada tahun 2010 Belanda mempunyai PDB sebesar 588,414 miliar-juta Euro. Pada tahun 2006 hingga 2010 mempunyai pertumbuhan ekonomi 1,5%, serta mempunyai populasi pekerja sebanyak7,8 juta sementara jumlah penganggurannya 419.000 jiwa (5,4%). Padahal tingkat inflasi untuk tahun 2006 hingga 2010 sebesar 1,5. Padahal pendapatan ekspor pada tahun 2010 sebesar 574.307 juta dolar AS meski untuk impor sebesar 517.781 juta dolar AS.

Belanda menasihati kebijakan ekonominya kearah pertumbuhan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. Pemerintah Belanda juga sudah menggabungkan kebijakan makro ekonomi yang ketat serta stabil, dengan luas reformasi struktural serta peraturan.

Belanda juga merupakan salah satu anggota dari Uni Eropa yang pertama lolos ke Uni Ekonomi serta Moneter (EMU). Kebijakan fiskal ini bertujuan supaya mencapai keseimbangan antar mengurangi belanja publik serta menurunkan pajak dan iuran jaminan sosial.

Penurunan ekonomi yang tidak terduga ini mengakibatkan keseimbangan fiskal serta melambungkan defisit nominal. Padahal sektor swasta merupakan hal penting dalam perekonomian, akan tetapi pemerintah Belanda mempunyai peranan terutamanya dalam perizinan serta peraturan yang berkaitan dengan perekonomian Belanda. Perdagangan serta investasi dari belanda lebih besar didonasikan oleh PDB dari barang serta perdagangan jasa. karena tidak terdapat perdagangan yang signifikan, karenanya Belanda merupakan salah satu pasar reseptif bagi ekspor AS serta mitra investasi penting.

Belanda juga merupakan pemodal terbesar ketiga langsung di AS, dibelakang Inggris serta Jepang. Padahal AS merupakan pemodal terbesar di Belanda sebesar $145 milyar. Kesibukan industri menjadikan lebih dari sepertiga dari produk nasional serta didominasi oleh Metalworking, penyulingan minyak, kimia serta industri.

Padahal produksi minyak mentah di Belanda yang kecil, akan tetapi Belanda merupakan peringkat di antar produsen terbesar serta distributor gas alam. Untuk produksi gas saat ini hampir 80 miliar meter kubik, yang mana hampir setengahnya diekspor ke Uni Eropa. Nah untuk tulisan kali ini cukup segini aja ya, ati kita lanjut lagi di tulisan yang berikutnya.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *