Pentingnya Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir

By | June 13, 2018

Pemeriksaan lahiriah bayi baru lahir harus dilakukan di hari pertama usai dilahirkan. Adapun pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan tanda vital termasuk temperatur tubuh, detak jantung, dan pernafasan bayi, panjang dan berat badan, serta pemeriksaan spesifik organ vital tubuh. Pemeriksaan lahiriah bayi baru lahir adalah prosedur medis rutin yang penting dilakukan oleh dokter untuk menetapkan bayi yang baru lahir dalam keadaan sehat. Pemeriksaan ini juga penting untuk mendeteksi keadaan atau penyakit tertentu pada Si Kecil sejak dini.

Biasanya, pemeriksaan lahiriah bayi baru lahir dilakukan di rumah sakit atau di klinik bersalin sebelum ibu dan bayinya pulang ke rumah. Bunda dan Ayah direkomendasikan tetap berada di rumah sakit atau di klinik sampai pemeriksaan selesai, dan menunggu dokter menjelaskan hasil pemeriksaan serta keadaan Si Kecil. Seandainya dokter atau bidan menemukan adanya dilema pada bayi, mereka akan mengacu untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Apa Saja Pemeriksaan Jasmani Bayi Baru Lahir?. Pemeriksaan lahiriah bayi baru lahir meliputi:

Pemeriksaan Apgar

Pemeriksaan ini dilakukan segera setelah bayi baru lahir. Pemeriksaan Apgar meliputi pemeriksaan warna kulit bayi, detak jantung bayi, refleks bayi baru lahir, tenaga otot, dan pernafasan bayi. Seandainya poin pemeriksaan Apgar bayi baru lahir lebih dari 7, maka bayi dapat dianggap sehat. Tapi apabila poin Apgar bayi rendah, maka kemungkinan bayi memiliki dilema kesehatan tertentu.

Pemeriksaan gestasional, lingkar kepala, dan berat badan

Pemeriksaan gestasional untuk mengenal usia kelahiran, apakah bayi baru lahir prematur atau cocok usia normal ditetapkan dengan pengukuran new Ballard score. Dokter atau bidan akan menimbang berat badan Si Kecil dan mengevaluasi panjang tubuh serta lingkar kepala bayi. Semua pengukuran ini akan dibandingkan dengan grafik untuk menetapkan bahwa bayi normal.

Pemeriksaan kepala dan leher

Pemeriksaan lahiriah bayi baru lahir termasuk pemeriksaan kepala dan leher. Dokter akan mengecek format kepala bayi, leher, mata hidung, dan kuping untuk memperhatikan apakah terdapat kelainan format kepala dan leher bayi.

Pemeriksaan jantung dan paru

Pemeriksaan lahiriah bayi baru lahir di komponen jantung meliputi pemeriksaan detak dan bunyi jantung menggunakan Detak jantung normal bayi yang baru lahir berkisar antara 120 sampai 160 detak per menit. Suara atau bunyi jantung yang tak normal dapat mengindikasikan adanya dilema pada struktur jantung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah bayi baru lahir memiliki penyakit jantung.Dalam pemeriksaan paru, dokter akan memeriksa laju pernafasan, pola pernafasan, dan mengevaluasi fungsi pernafasan bayi. Dalam pemeriksaan ini, dokter juga akan memperhatikan apakah bayi mengalami tanda-tanda gangguan pernafasan, seperti pernafasan kencang atau tak teratur, mendengus saat bernapas, atau warna kebiruan pada bibir, gusi, dan selaput lendir bayi. Pemeriksaan perut dan kelaminPemeriksaan perut bayi meliputi format, lingkar perut, dan pemeriksaan organ-organ di dalam perut seperti hati, usus, dan lambung bayi. Pemeriksaan tali sentra bayi juga termasuk dalam pemeriksaan lahiriah ini. Pemeriksaan organ kelamin adalah komponen dari pemeriksaan lahiriah rutin bayi baru lahir, pada bayi laki-laki, dokter akan mengevaluasi apakah testis terdapat di dalam kantong zakar. Pada bayi perempuan, dokter akan memeriksa format labia, dan cairan yang keluar dari organ intim wanita bayi.

Pemeriksaan tulang belakang

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengenal apakah bayi baru lahir Anda memiliki kelainan seperti spina bifida atau cacat tabung syaraf.

Pemeriksaan tangan dan kaki

Dokter akan memeriksa detak nadi di tiap-tiap lengan, menetapkan masing-masing tangan dan kaki memiliki ukuran yang sama berikut jumlah jari-jari pada member gerak tubuh tersebut Dokter atau bidan yang memeriksa juga akan memperhatikan warna kulit dan aktivitas bayi Anda. Biasanya bayi akan diberi tetes mata atau salep untuk mencegah infeksi. Suntikan vitamin K juga diberi untuk mencegah kemungkinan pendarahan. Bayi harus mendapat suntikan pertama vaksin hepatitis B di rumah sakit dalam kurun waktu 24 jam setelah dilahirkan. Sesudah pemeriksaan lahiriah bayi baru lahir, dokter dan bidan akan memberi rekomendasi pemeriksaan lahiriah lanjutan di usia bayi sekitar 6-8 minggu. Pastikan untuk menanyakan seluruh hal yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan, untuk mengantisipasi sejak dini apabila terdapat kelainan atau dilema pada bayi Anda.

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *